ANALISIS LITERASI TEKNOLOGI DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

 


ANALISISIS LITERASI TEKNOLOGI DALAM MENGHADAPI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

BY : PUTRI SARI NOVA

Perubahan yang besar dan cepat tentu memiliki berbagai dampak positif maupun dampak negatif. Dampak positif revolusi industri 4.0 adalah semakin berkembangnya teknologi sehingga banyak hal yang dapat dilakukan oleh manusia dengan cepat. Sebaliknya yaitu dampak negatif dari revolusi industri adalah ketidaksiapan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk beradaptasi dengan kondisi yang semakin berkembang. Adanya revolusi industri 4.0 baik secara langsung maupun tidak langsung akan mempengaruhi semua kalangan masyarakat. Dari masyarakat kelas atas sampai ke masyarakat kelas bawah pasti terkena dampak perubahan industri 4.0 tersebut. Salah satu contoh yang sekarang sudah menjadi hal yang biasa adalah penggunaan sistem berbasis digital yang sudah merambah ke semua kalangan. Masalah lain yang akan muncul akibat dari revolusi industri adalah perubahan tingkah laku manusia. Dengan segala kecanggihan dan kemudahan teknologi manusia semakin mudah melakukan kecurangan dalam berbagai aspek. Manusia cenderung malas untuk melakukan sesuatu karena telah mengandalkan teknologi. Rendahnya kemampuan literasi mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.

Pembelajaran yang ada saat ini juga mengalami banyak perubahan diantaranya cara belajar mahasiswa yang tidak lagi menggunakan buku referensi, buku catatan bahkan dalam perkuliahan pun jarang yang mencatat hasil diskusi dari kelompok. Mahasiswa cenderung hanya memanfaatkan gadget saja dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan gadget sebenarnya bukan merupakan suatu permasalahan dalam era revolusi industri 4.0, Namun hal ini menjadi suatu tuntutan zaman. Literasi teknologi mahasiswa harus dapat diarahkan kepada literasi yang bermanfaat. Literasi teknologi bukan hanya sekedar menggunakan teknologi untuk hal-hal yang tidak penting. Dengan adanya literasi teknologi diharapkan mahasiswa dapat mempunyai kemampuan literasi teknologi yang lebih bermanfaat dalam hal pembelajaran. Penggunaan gadget mempunyai peranan penting bagi mahasiswa. Ketergantungan akan gadget menjadi suatu hal pokok dalam belajar. Mereka cenderung hanya bertanya pada google saja dalam menjawab berbagai tugas dan soal yang diberikan tanpa memahami jawaban yang mereka tulis. Oleh karena itu diperlukan suatu literasi dalam pembelajaran untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 agar dapat beradaptasi dengan baik

Literasi pada era revolusi industri 4.0 menjadi hal yang perlu dibahas oleh para akademisi. Hal ini menunjukan bahwa kesadaran akan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah upaya untuk memahami kondisi zaman. Mau tidak mau masyarakat harus mengambil bagian di dalamnya supaya tidak tertinggal pada perkembangan zaman. Manusia memang perlu memperbarui pola hidup dan pemikiran setiap terjadinya revolusi pada semua ranah. Seperti halnya kurikulum pada ranah pembelajaran yang kerap kali dirubah. Hal ini terjadi karena kurikulum di Indonesia selalu menyesuaikan dengan perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi. (Fitriani dan Aziz 2019:100- 104) Revolusi industri menurut Susanto (2019) dibagi menjadi 4 fase sebagai berikut :

1      Revolusi Industri 1.0 Revolusi industri pertama adalah yang paling sering dibicarakan, yaitu proses yang dimulai dengan ditemukannya lalu digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun.

2        Revolusi Industri 2.0 Revolusi industri pertama memang penting dan mengubah banyak hal. Namun, yang tak banyak dipelajari adalah revolusi industri kedua yang terjadi di awal abad ke-20. Saat itu, produksi memang sudah menggunakan mesin. Tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Namun, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern dalam satu hal: transportasi.

3      Revolusi Industri 3.0 Revolusi industri ketiga mengubah revolusi sebelumnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Kalau revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: komputer dan robot.

4        Revolusi Industri 4.0 Konsep “Industri 4.0” pertama kali digunakan di publik dalam pameran industri  Hannover Messe di kota Hannover, Jerman di tahun 2011. Dari peristiwa ini juga sebetulnya ide “Industri 2.0” dan “Industri 3.0” baru muncul, sebelumnya cuma dikenal dengan nama “Revolusi Teknologi” dan “Revolusi Digital”. Jadi, industri 4.0 juga pasti menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone.

Era revolusi industri 4.0 sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mampu beradaptasi dengan keadaan terkini. Dengan segala kecanggihan teknologi SDM harus dituntut bisa mengerjakan segala sesuatu dengan cepat. Era ini dituntut menguasai teknologi dan sistem. SDM yang tidak bisa beradaptasi dengan cepat maka akan ketinggalan segala informasi terbaru. Bahkan ada juga SDM yang terancam tidak bisa bekerja tanpa menguasai teknologi.


Literasi Teknologi


            Literasi berasal dari bahasa Inggris yaitu literacy yang mempunyai arti sebagai kemampuan baca tulis. Literasi dalam arti luas dapat didefinisikan sebagaiproses membaca, menulis, berbicara, mendengar, membayangkan, dan melihat. Dalam proses tersebut tentu melibatkan sikap kognitif, afektif dan psikomotor. Menurut Kern (2000: 3) menjelaskan literasi sebagai kemampuan untuk membaca dan menulis. Selain itu literasi juga memiliki kesamaan arti dengan belajar dan memahami sumber bacaan. Sedangkan menurut Romdhoni (2013: 90) menyatakan bahwa literasi merupakan peristiwa sosial yang melibatkan keterampilan-keterampilan tertentu, yang diperlukan untuk menyampaikan dan mendapatkan informasi dalam bentuk tulisan. Menurut Iriantara (2009: 5) menjelaskan bahwa literasi bukan hanya berhubungan dengan kemampuan membaca dan menulis teks saja, karena kini “teks” sudah diperluas maknanya sehingga mencakup juga “teks” dalam bentuk visual, audiovisual dan dimensi-dimensi kompiterisasi, sehingga di dalam “teks” tersebut secara bersama-sama muncul unsur-unsur kognitif, afektif, dan intuitif. Berdasarkan beberapa pendapat ahli dapat disimpulkan bahwa literasi adalah suatu proses perilaku tentang pemahaman suatu informasi dengan melibatkan unsur kognitif , afektif dan psikomotor. Dalam pemahaman tersebut literasi memerlukan suatu dukungan informasi dari berbagai pihak sehingga informasi yang didapatkan valid.

Ferguson (2016) mengklasifikasikan jenis[1]jenis literasi sebagai berikut :

1.    Literasi Dasar (Basic Literacy), literasi jenis ini bertujuan utnuk mengoptimalkan kemampuan              untuk  mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, dan menghitung.

2.  Literasi Perpustakaan (Library Literacy), lebih lanjut, setelah memiliki kemampuan dasar maka literasi perpustakaan untuk mengoptimalkan Literasi Perpustakaan yang ada.

3.  Literasi Media (Media Literacy), yaitu kemampuan untuk mengetahui berbagai bentuk media yang berbeda, seperti media cetak, media elektronik (media radio, media televisi), media digital (media internet), dan memahami tujuan penggunaannya.

4Literasi Teknologi (Technology Literacy), yaitu kemampuan memahami kelengkapan yang mengikuti teknologi seperti peranti keras (hardware), peranti lunak (software), serta etika dan etiket dalam memanfaatkan teknologi.

5.  Literasi Visual (Visual Literacy), adalah pemahaman tingkat lanjut antara literasi media dan literasi teknologi, yang mengembangkan kemampuan dan kebutuhan belajar dengan memanfaatkan materi visual dan audiovisual secara kritis dan bermartabat.

            Berbagai jenis literasi tersebut harus dimiliki oleh mahasiswa dalam mengahadapi tantangan di era revolusi industri 4.0. Mahasiswa FKIP khususnya yang akan mendidik siswa yang dapat berdaya saing global. Literasi yang perlu ditekankan adalah literasi teknologi. Literasi teknologi sangat diperlukan karena dalam industri 4.0 selalu berhubungan dengan teknologi yang selalu berhubungan dengan suatu sistem. Seorang individu harus mempunyai ‘kelincahan belajar’ yaitu kemampuan untuk belajar, mengadaptasikan, dan menerapkannya secara cepat. Agar lulusan dapat kompetitif, kurikukum yang ada perlu orientasi baru karena dengan adanya Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis, & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat. Menurut Rusman (2012) Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, techne yang berarti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi mengacu pada obyek benda yang digunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.


PEMBAHASAN

Perkembangan zaman yang sudah masuk ke era revolusi industri 4.0 menuntut berbagai perubahan. Perubahan yang terjadi mulai dari perubahan yang kecil sampai perubahan yang besar. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada sekarang juga harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Kualitas SDM wajib mempelajari perubahan teknologi agar dapat menyesuaikan dengan kondisi di era terbaru. Saat ini, Dunia bahkan Indonesia sedang mengalami kondisi pandemi covid[1]19. Dalam keadaan seperti ini masyarakat dihimbau untuk jaga jarak, dan selalu mengikuti protokol kesehatan yang ada. Masyarakat dihimbau untuk belajar, bekerja dan beribadah dari rumah. Kerumunan yang biasa terjadi di pasar dan lainnya dihimbau untuk menjaga jarak. Dengan demikian interaksi antar masyarakat menjadi semakin menjauh. Pada masa ini peran teknologi sangat membantu masyarakat dalam berinteraksi dengan masyarakat lainnya yang berjauhan. Teknologi berperan penting dalam dunia pendidikan. Pembelajaran menggunakan teknologi mempermudah berbagai penyelesaian tugas dan pencarian berbagai sumber referensi. Pembelajaran daring yang dilakukan di masa pandemi covid-19 ini sangat tergantung dengan teknologi. Teknologi bukan hanya sebatas pelengkap tapi dapat menjadi kebutuhan utama.

Literasi Teknologi


Literasi merupakan kemampuan untuk memahami, dan menelaah sesuatu yang akan dipelajari. Literasi penting dalam sebuah proses pembelajaran. Tanpa adanya literasi yang baik belum tentu tujuan pembelajaran akan tercapai. Literasi adalah kegiatan pemahaman dalam membaca, menulis dan mengaplikasikan sesuatu yang telah dipelajari. Literasi penting dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman seseorang tentang sesuatu yang akan dipelajari. Teknologi memegang peranan penting dalam semua aspek yang ada. Teknologi mengubah dunia dari era tradisional menjadi era digital. Teknologi dapat mempermudah segala aspek kehidupan manusia mulai dari teknologi pertanian, teknologi sistem informasi, teknologi perindustrian sampai ke teknologi pendidikan. Dengan adanya teknologi semua perilaku dalam kehidupan berubah. Contoh dari perilaku masyarakat dalam berbelanja yang sudah tidak lagi harus mendatangi toko atau pasar lagi. Berbelanja dapat dilakukan hanya dirumah saja dengan e-commers.

Dalam bidang pendidikan semua pembelajaran dapat dilakukan secara daring (online). Pembelajaran tidak lagi terpusat pada guru dan tidak hanya dilakukan dalam kelas. Pembelajaran dapat dilakukan dimana saja dengan berbagai sumber referensi online selama koneksi terpenuhi.

Teknologi bukan hanya sekedar aspek suatu alat atau mesin baru yang canggih. Namun teknologi dapat berupa sistem atau aplikasi yang dapat mempermudah dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan hadirnya teknologi sebagian besar kebiasaan manusia dalam menjalankan kehidupannya berubah mulai dari hal yang kecil sampai ke hal yang besar. Generasi saat ini adalah generasi milenial yang memang sejak lahir sudah dibekali oleh berbagai teknologi yang ada. Seharusnya generasi milenial dapat dengan cepat dan mudah dalam memahami literasi teknologi. Namun ternyata tidak semua generasi milenial yang ada mampu dengan cepat memahami tentang penggunaan teknologi. Adanya teknologi yang serba baru tentu saja memerlukan literasi dalam penggunaannya. Literasi adalah kemampuan membaca, memahami atau mendalami sesuatu.

Dalam literasi teknologi diharapkan mahasiswa bukan hanya sekedar menggunakan teknologi namuan dapat lebih mendalami manfaat dari teknologi yang telah digunakan. Mahasiswa di era milenial ini sudah banyak menguasai teknologi secara otodidak (mandiri). Sebagian besar mahasiswa dapat secara mandiri belajar tanpa diajari oleh orang lain. Guru dan peserta didik harus menguasai teknologi walaupun teknologi bukan sebagai pendukung utama. Teknologi adalah sebagai sumber pendukung yang dapat membantu kegiatan pembelajaran. Dengan penggunaan teknologi pembelajaran tidak hanya terbatas pada ruang dan waktu. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Berbagai aplikasi dapat digunakan untuk mempermudah pembelajaran. Jadi pembelajaran menggunakan teknologi menjadi efektif dan efisien. Permasalahan di dunia pendidikan adalah masalah yang sangat kompleks yaitu banyak sekali SDM tenaga pendidik yang belum berkualitas. Dalam perbaikan mutu pendidikan diperlukan suatu peningkatan kemampuan pendidik agar dapat beradaptasi dengan teknologi sehingga pendidik mampu untuk mengajarkan sesuatu yang baru bagi para peserta didik. Pembelajaran dengan menggunakan teknologi dituntut untuk bergerak lebih cepat dan selalu mengikuti perubahan zaman.

hasil wawancara secara online dengan mahasiswa pendidikan ekonomi dapat diketahui bahwa mahasiswa sangat ketergantungan dengan teknologi. Dalam sehari rata-rata hampir 8 jam penggunaan teknologi untuk sekedar bersosial media, bermain game, baca berita dan belajar. Dalam pembelajaran menggunakan teknologi mahasiswa sudah dapat beradaptasi namun belum sepenuhnya memahaminya.

Pembelajaran menggunakan teknologi lebih memudahkan mahasiswa dalam proses pemahaman materi namun kendala yang dihadapi adalah biaya yang harus dikeluarkan dalam pembelian kuota dan susahnya signal di pedesaan. Mahasiswa sudah paham dalam penguasaan teknologi terutama dalam hal pembelajaran dan sosial media. Mahasiswa belajar menggunakan teknologi dari proses pembelajaran, teman dan belajar sendiri secara otodidak. Mahasiswa belum sepenuhnya mampu untuk memahami etika dalam penggunaan teknologi karena memang dalam penggunaan teknologi tidak ada pembelajaran secara langsung bagaimana etika penggunaan teknologi. Dalam penggunaan teknologi mahasiswa belum memahami bagaimana etika dalam penggunaan teknologi yang baik. Penggunaan teknologi sebaiknya harus disesuaikan dengan kebutuhan. Teknologi mempunyai dampak yang cukup besar yaitu dampak positif dan dampak negatif. Oleh karena itu dalam penggunaan teknologi bukan dengan sembarang diaplikasikan, namun harus mengetahui tentang hal yang baik dan yang buruk dalam penggunaan teknologi tersebut

Revolusi Industri 4.0


Revolusi merupakan suatu bentuk perubahan yang terjadi secara cepat. Revolusi menjadi sesuatu yang dapat mengubah dunia dalam waktu yang singkat. Perubahan yang terjadi karena ditemukannya suatu teknologi yang dapat membantu mempermudah pekerjaan manusia. Teknologi hadir untuk mengubah dunia menjadi lebih maju dan modern. Semua kegiatan yang ada telah diubah menjadi sistem yang biasanya dengan sistem manual berubah menjadi sistem digital. Pada sistem ini semua masyarakat wajib mengikuti sistem yang ada. Sistem yang digunakan akan mempermudah pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Masalahnya adalah bagaimana masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem tersebut. Tidak semua masyarakat dapat cepat beradaptasi dengan penggunaan teknologi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, bahkan ada yang mengganggap menggunakan teknologi akan mempersulit pekerjaan. Era revolusi industri 4.0 semua di tuntut untuk cepat beradaptasi dengan segala teknologi yang baru. Tenaga kerja manual bergeser menjadi tenaga mesin . Produksi dengan menggunakan teknologi dan sistem tentu akan membuat pekerjaan menjadi efektif dan efisien. Dalam bidang ekonomi era revolusi industri4.0 berdampak pada sistem penjualan dan pembelian secara online (e-comers). Dalam bidang pendidikan era revolusi industri 4.0 berdampak pada sistem pembelajaran yang serba online. Lulusan yang dihasilkan harus bisa kompetitif, memerlukan kurikukum dengan orientasi baru. Era Revolusi Industri 4.0, tidak hanya cukup Literasi Lama (membaca, menulis, & matematika) sebagai modal dasar untuk berkiprah di masyarakat. Lulusan harus memiliki kompetisi yang lebih baik lagi agar dapat berdaya saing global hasil wawancara dengan mahasiswa secara online dapat diketahui bahwa pemahaman terhadap teknologi dan sistem informasi sudah cukup baik, amun perlu diberikan tambahan materi pembelajaran dengan menggunakan teknologi. Mahasiswa sudah paham tentang berbagai teknologi dan sistem yang terbaru dengan selalu dapat mengoperasikan aplikasi atau gadget. . Mahasiswa sudah dapat beradaptasi dengan beberapa teknologi yang baru dan selalu update dengan berbagai aplikasi teknologi terbaru. Sebagian besar mahasiswa sudah memamahi era revolusi industri 4.0 sebagai sesuatu yang modern berbasis teknologi dan sistem. Banyak mahasiswa yang mengalami kendala dalam pembelajaran di era revolusi industri 4.0 jika dibandingkan dengan pembelajaran manual yaitu keterbatasan biaya untuk pembelian kuota dan signal yang kurang baik. Era revolusi industri 4.0 memberikan perubahan yang cukup banyak. Dampak adanya era revolusi industri harus cepat disesuaikan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Jika SDM cepat menyesuaikan dengan perubahan maka akan terjadi perubahan cara kerja menjadi efektif dan efisien. Dalam proses pembelajaran banyak terjadi perubahan yang menyesuaikan output SDM yang berkualitas dan berdaya saing global. Pembelajaran dalam era revolusi industri 4.0 bukan hanya sekedar hasil akhirnya saja, namun proses pembelajaran dan keahlian individu yang dapat bersaing global lebih diunggulkan.


Kesimpulan

            Pembelajaran di era revolusi industri memerlukan adaptasi dari berbagai pihak. Dosen dan mahasiswa harus selalu belajar tentang teknologi terbaru untuk menunjang pembelajaran terbaru. Literasi Teknologi sangat penting bagi pembelajaran di era revolusi Industri 4.0. Peran teknologi adalah memudahkan proses pembelajaran dengan tidak membatasi ruang dan waktu pembelajaran.


REFERENSI

Arikunto, S. 2016. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:             Rineka Cipta.

Emzir. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta :PT Raja         Grafindo         Persada Pusat.

Ferguson, B. Information literacy: a prime for teachers, librarians, and other          informed          people. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan          Menengah. 2016. Desain        Induk Gerakan Literasi Sekolah. Jakarta:             Kementrian Pendidikan dan   Kebudayaan

Fitriani, Yani dan Aziz, Ikhsan Abdul Aziz.2019. Literasi Era Revolusi Industri     4.0.      Prosiding Senasbasa. Edisi 1 Tahun 2019 Halaman 100-104

Iriantara, Yosal. 2009. Literasi Media: Apa, Mengapa, dan Bagaimana.      Bandung:Simbiosa      Rekatama Media.

Kern, Richard. 2000. Literacy and Language Teaching. Oxford: Oxford     University Press. Moleong, Lexy.2014. Metode Penelitian Kualitatif .Edisi     Revisi. PT Remaja Rosdakarya,          Bandung.

Romdhoni, Ali. 2013. Al-Qur’an dan Literasi. Depok: Literatur Nusantara.

Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,       Kualitatif, dan             R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, N.S. 2011. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja Rosadakarya Susanto, Marcel. (2019). Apa itu Revolusi Industri 4.0. dari       https://www.zenius.net/blog/211 04/revolusi-industri-4-0

Rusman dkk. 2012. Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta : Grafindo persada

Komentar

  1. Bagus informasi nya kak...๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. keren kak, terima kasih sudah berbagi

    BalasHapus
  3. ู…َุงุดَุงุกَ ุงู„ู„ู‡ُ ุชَุจَุงุฑَูƒَ ุงู„ู„ู‡ُ

    BalasHapus

Posting Komentar